Langsung ke konten utama

BEDA PKL STM DAN PKL KULIAH

#1 Opini Beda PKL STM dan PKL KULIAH

PKL STM
Awalnya gua berfikiran gua bakal bener-bener kerja seperti karyawan pada umumnya, gua bakal ngerjain mesin inilah mesin itulah,  tapi kenyataannya apa? hari pertama gua masuk kerja (alias pkl) gua langsung disuruh memperkenalkan diri didepan para pimpinan bagian, sumpah disitu gua kaget banget dan bingung mao ngomong apa. Singkat cerita gua langsung di anter sama bapa Mr. A untuk langsung bantu-bantu dibagian packing (ituloh yang bungkusin produk kekemasan) dan disitu gua memperkenalkan diri lagi sama temen-temen sebaya kaya gua yang udah lebih duluan PKL di PT itu. Setelah berkenalan gua langsung dibimbing tugas di packing itu ngapain aja, yauda gua ngerti gua langsung kerjain. 
Setiap minggunya di PT itu tuh di rolling (pindah bagian kerja) yang awalnya gua di packing nanti di decasting dan begitu terus sampe ada 10 bagian atau bahasa keren anak kuliahan tuh 10 departemen dan itu gua jalanin selama tiga bulan. Setelah tiga bulan berlalu, sampailah gua di hari akhir PKL yang katanya kita harus bawa bingkisan atau oleh-oleh untuk PT itu, yaa simbolis lah apa aja terserah lu. Sebelum gua menyerahkan bingkisan itu ke pak HRD gua disuruh sambutan tuh disitu, ya betul banget gua sambutan didepan semua karyawan dan staff, disitu gua ceritain perasaan suka duka gua selama tiga bulan gua PKL di PT itu. setelah itu semua berjalan yauda gua balik ke sekolah asal dan menjalani sekolah seperti biasanya.

PKL KULIAH
Awalnya gua fikir gua bakal PKL kaya waktu jaman STM dulu, kerja gak berat-berat amat, banyak becanda sama karyawan, di gaji pula. Nah kalo PKL KULIAH tu beda banget sama jaman STM dulu. Lu baru dateng nih di PT lu langsung ditanyain sama HRD nya, kamu disini mau mengambil data apa saja dan kamu tidak boleh asal mengangambil gambar sesuka mu yah, harus ada ijin dulu dari saya (dalem ati gua ni orang judes amat hahaha). Singkat cerita gua sama 3 temen gua dianter deh tuh keruang produksi, setelah gua masuk keruang produksi yauda gua ditinggal begitu aja. Ada si pesan dia sebelum ninggalin gua berempat (bukan meninggal loh ya wkwk) dia bilang gini ke gua berempat "yasudah silahkan kalian mau ngambil data apa saja yang kalian perlukan". Lah gua bingung ya, tadi pas diruangan dia bilang "apa-apa harus dasar ijin dia", tapi pas diruang produksi dia malah ninggalin gitu aja. wong edan emang tu HRD.
Sumpah disitu gua bener-bener bingung mao ngapain, yauda berhubung gua ngambil K3 gua fotoin aja operator-operator yang tidak menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) sebagaimana mestinya. Buat gua jadiin bahan tulisan gua nanti setelah selesai gua PKL. Oh ya gua lupa ni gua PKL kuliah sebulan+tidak digaji.
Singkat cerita waktu sebulan telah berlalu, yaudah masuklah gua di hari terakhir gua PKL di PT itu bareng sama 3 kawan gua, gua temuin HRD ngucapin terimakasih karna sudah diizinkan mengambil data di PT tersebut dan gua sama 3 kawan gua udah nyiapin 8 buah kardus donat (you know lah donat berkardus itu donat apa). Tanpa ada basa-basi gua jabat tangan dan gua bareng 3 kawan gua tadi keluar dari PT itu dan takan pernah kembali... hehehe

Kesimpulannya dari pengalaman gua itu PKL STM lebih mengasikkan dari pada PKL KULIAH. Alasannya lu tau karna kenapa, ya betul bangat
1. PKL STM bener-bener di bimbing dan disitu gua berasa kaya keluarga ke dua gua, karna keluarga pertama dirumah tu gua dikasih duit jajan dan keluarga gua yang ke dua itu gua dikasih gajian
2. PKL KULIAH kaga ada sambutan nyanyanyunyu gak seperti PKL STM
3. PKL STM gak perlu ngambil data apa-apa karna kerja seperti karyawan+digaji
4. PKL KULIAH lu baru masuk ruang produksi dilepas gitu aja padahal posisi lu juga masih bingung cara ngambil datanya seperti apa+kaga digaji

"Dari pengalaman itu gua dapet belajar semakin tinggi tingkatan pendidikan yang kita tempuh maka dari situlah kemandirian kita dituntut agar lebih mandiri" 

Salam dari gua :

Ahmad Fajarudin
Universitas Gundarma
Ahmad Nasher S.I.Kom MM

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KONSEP DASAR GEOGRAFI, SEJARAH, ANTROPOLOGI DAN SOSIOLOGI

KONSEP DASAR GEOGRAFI, SEJARAH, ANTROPOLOGI DAN SOSIOLOGI A.  Pengertian Ilmu Sosial Pada dasarnya cabang-cabang ilmu tersebut berkembang dari dua cabang utama yakni filsafat alam yang kemudian menjadi dasar ilmu-ilmu alam atau the natural sciences dan filsafat moral yang kemudian berkembang ke dalam cabang ilmu-ilmu sosial atau the social sciences . Norman MacKenzie(1996, dalam Sapriya), merumuskan disiplin ilmu sosial sebagai “ all the academic diciplines which deal with men in their social context ”, artinya semua disiplin akademik yang berkaitan dengan manusia dalam konteks sosial. Somantri (2001, dalam Sapriya) mengidentifikasi sejumlah karakteristik dari ilmu-ilmu sosial sebagai berikut. 1.          Berbagai batang tubuh ( body knowledge ) disiplin ilmu-ilmu sosial yang diorganisasikan secara sistematis dan ilmiah. 2.          Batang tubuh disiplin itu berisikan sejumlah teori dan generalisasi yang handal dan kuat serta dapat diuju tingkat kebenarannya. 3.        

NILAI DAN SIKAP DALAM IPS

NILAI DAN SIKAP DALAM IPS A.       Pengertian Nilai d an Sikap 1.     Nilai Nilai adalah keyakinan, kepercayaan, norma atau kepatuhan-kepatuhan yang dianut oleh seseorang ataupun kelompok masyarakat tentang sesuatu (Kosasih Djauhari, 1980:5). Sedangkan menurut Fraenkel (Husein Achmad, 1981:87) nilai menggambarkan suatu penghargaaan atau semangat yang diberikan seseorang atas pengalaman- pengalamannya. Selanjutnya, ia mengatakan nilai itu merupakan standar tingkah laku, keindahan, efisiensi, atau penghargaan yang telah disetujui seseorang, dimana seseorang berusaha hidup dengan nilai tersebut serta bersedia mempertahankannya. Selanjutnya, Koentjaraningrat (1974), mengemukakan bahwa suatu system nilai-budaya terdiri dari konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar dari warga masyarakat. Nilai bersifat abstrak. Oleh karena itu, yang dapat dikaji hanya indikator-indikatornya saja yang meliputi cita-cita, tujuan yang dianut seseorang, aspirasi yang dinyatakan, si

KONSEP DASAR PSIKOLOGI SOSIAL, EKONOMI, POLITIK, DAN KETERPADUAN ILMU-ILMU SOSIAL DALAM PEMECAHAN MASALAH

KONSEP DASAR PSIKOLOGI SOSIAL, EKONOMI, POLITIK, DAN KETERPADUAN ILMU-ILMU SOSIAL DALAM PEMECAHAN MASALAH A.       Konsep Dasar Ilmu-ilmu Sosial (Psikologi Sosial) Psikologi sosial adalah bagai badri salah satu bidang ilmu sosial, menurut  Harold A. Phelps (Fairchild, H.P., dkk.: 1982:290) “Psikologi sosial adalah suatu studi ilmiah tentang proses mental manusia sebagai makhluk sosial”. Dengan demikian, objek yang dipelajari oleh psikologi sosial itu seperti telah dikemukakan tadi, meliputi perilaku manusia dalam konteks sosial yang terungkap pada perhatian, minat, kemauan, sikap mental, reaksi emosional, harga diri, kecerdasan, penghayatan, kesadaran, dan demikian seterusnya.  Mengenai psikologi sosial ini selanjutnya, secara singkat Krech, Crutfield dan Ballachey  (1982:5) mengemukakan “Psikologi sosial dapat didefinisikan sebagai  ilmu tentang peristiwa perilaku antar personal”. Dari pernyataan dan kenyataan yang dapat kita amati, antara psikologi sosial dengan sosiologi,